Fair Trade, Pendekatan Alternatif Perdagangan Internasional (Bagian 2)

Netsains.Com – Salah satu contoh perusahaan yang sudah mengimplementasikan Fair Trade sejak lama serta giat berkampanye tentangnya adalah perusahaan kosmetik asal Inggris, The Body Shop.

Community Trade adalah istilah mereka untuk Fair Trade. Mereka berkomitmen untuk melakukan aktivitas perdagangan yang jujur, adil dan bertanggung jawab dengan (para) pemasoknya. Biasanya pemasok yang dicari adalah pemasok berskala Usaha Kecil baik itu petani, peladang, pengrajin lokal/ tradisional pada negara sedang berkembang yang juga memiliki keahlian yang mumpuni.

Bahan baku, barang setengah jadi ataupun barang jadi, jika ada, dibeli dengan harga yang wajar dan layak. Sesuatu yang mungkin jarang dijumpai karena biasanya pemasok berskala Usaha Kecil tersebut memiliki posisi tawar yang lemah dan tingkat kecerdasan yang berbeda, yang menjadikan mereka hanya menerima kompensasi ataupun harga yang lebih rendah dari harga pasar atau yang semestinya.

Dengan membeli bahan baku dari komunitas/pengrajin/pekerja/pengusaha lokal, secara tidak langsung kita turut membantu perekonomian masyarakat setempat agar bisa berkembang lebih cepat. Berbagai produk atas dasar komitmen di atas dikenal sebagai produk community trade.
Tahun 2008 mereka memiliki 31 pemasok dari 24 negara yang menyediakan 20 jenis bahan baku, 60 jenis item aksesoris serta suvenir. Total jendral 1000 ton bahan baku Community Trade dan sejuta lebih tas kosmetik dibeli setiap tahunnya dengan nilai pembelian 5 juta pound. Lebih dari 25.000 pemasok di seluruh dunia terlibat dalam aktivitas perdagangan jenis ini.

Beberapa kriteria mereka dalam memilih pemasok adalah adanya bukti kebutuhan dan marginalisasi, bukti akan adanya manfaat langsung dan berkelanjutan dari aktivitas perdagangan yang akan dilakukan, organisasi berbasis komunitas, kelestarian lingkungan, kemampuan untuk menghasilkan laba.

Keuntungan menjadi pemasok dalam aktivitas perdagangan jenis ini adalah:
• Kompensasi yang layak dan wajar atas produk/jasa yang dihasilkan
• Duku ngan terhadap pengembangan komunitas di lingkungan pemasok.
• Hubungan perdagangan jangka panjang dengan jumlah pesanan yang jelas berdasarkan atas estimasi produksi yang kuat.
• Partisipasi positif dan proaktif dari kedua belah pihak
• Jangka waktu pembayaran yang bersahabat
• Pemasok akan dipromosikan secara global atas aktivitas perdagangan yang dilakukan
• Adanya tim khusus yang menjaga keberlangsungan hubungan dan aktivitas perdagangan dengan pemasok.

Statistik yang terakhir diperoleh, tahun 2008 penjualan produk Fairtrade di seluruh dunia berjumlah 3.4 miliar Euro dengan 827 produsen/pemasok bersertifikasi di 58 negara mewakili 1.2 juta pekerja serta 6 juta konsumen.

Beberapa film pendek tentang Fair Trade dapat ditonton di situs web Fair Trade sementara film yang dapat dinikmati di layar kaca anda beberapa diantaranya adalah The Fair Trade dan Black Gold. World Fair Trade Day sendiri jatuh pada hari Sabtu kedua bulan Mei setiap tahunnya yang mulai dirayakan tahun 2002.
Sumber Referensi:
1. The Fair Trade Revolution by John Bowes (Editor), Pluto Press, New York, USA, 2011.
2. http://www.wfto.com/index.php?option=com_content&task=view&id=2&Itemid=14
3. http://en.wikipedia.org/wiki/Fair_trade
4. http://en.wikipedia.org/wiki/Community_Trade_Mark
5. http://www.thebodyshop-usa.com/beauty/community-trade

Sebagaimana dimuat di NetSains: http://netsains.net/2011/04/fair-trade-pendekatan-alternatif-perdagangan-internasional-bagian-2/

Advertisements

Fair Trade, Pendekatan Alternatif Perdagangan Internasional (Bagian 1)

Fair Trade adalah sebuah terminologi yang mungkin jarang didengar, hanya saja cukup menarik untuk dibahas, diketahui dan dipahami bersama. Gerakan mengenai Fair Trade pertama kali muncul sekitar tahun 1940an, ketika Ten Thousand Villages, sebuah Organisasi Non Pemerintah (Ornop) dengan Mennonite Central Committee dan SERRV International mengembangkan mata rantai perdagangan untuk negara yang sedang berkembang.

Ada berbagai definisi dari berbagai kalangan atas terminologi ini. Menurut FINE, asosiasi dari 4 organisasi Fair Trade internasional (Fairtrade Labelling Organization, World Fair Trade Organization, Network of European Worldshops & European Fair Trade Association) yang terbentuk tahun 1998, Fair Trade adalah kemitraan dalam aktivitas perdagangan yang dengan dialog, transparansi dan rasa hormat bertujuan untuk melindungi produsen dan pekerjanya terutama negara di dunia ketiga untuk mencapai pembangunan yang berkesinambungan.

Sementara itu terminologi “Fairtrade” digunakan untuk menjelaskan sistem sertifikasi dan pelabelan yang diatur oleh Fairtrade Labelling Organization (FLO), seringkali disebut Fairtrade International, agar konsumen bisa mengindentifikasi produk/barang yang memenuhi standar ini. Artinya, produsen atau pemasok memperoleh pendapatan dari harga beli yang layak untuk mendukung produktivitas yang terus menerus. Masing – masing produk memiliki harga minimum yang harus dibayarkan oleh pembeli. Apabila harga pasar lebih tinggi daripada harga tersebut, maka pembeli harus membayar produk/barang dengan harga pasar.

Mereka juga mendapatkan “penerimaan tambahan”, dikenal sebagai Fairtrade Premium, untuk pengembangan sosial, lingkungan dan ekonominya. FLO sendiri adalah organisasi nirlaba yang bertanggung jawab atas arahan dan eksekusi, menetapkan standar dan mendukung pemasok dalam aktivitas perdagangan jenis ini.

Ada 2 standar Fairtrade yang berlaku yaitu untuk pemasok dan para pekerjanya. Tujuannya tidak lain untuk melindungi keduanya agar dapat melakukan aktivitas produksi dan bekerja serta memperoleh pendapatan dan kompensasi yang adil dan layak.  Saat ini ada ribuan produk yang memiliki sertifikasi Fairtrade yang terbagi menjadi 2 kategori yaitu makanan/minuman (teh, kopi, coklat, madu, buah, kacang, gula, beras) dan non makanan/minuman (tanaman, bunga, kapas dan lainnya) dengan mata rantai meliputi produsen, pemasok, importir, peritel dan organisasi standarisasi produk.

Beberapa standarisasi diberikan oleh beberapa institusi terkemuka yaitu UK Fairtrade Foundation, Max Havelaar di benua Eropa, Fair Trade Federation di Amerika Utara, Transfair di Amerika Serikat, menunjukkan bahwa produk yang dihasilkan oleh produsen penerima penghargaan ini sudah sesuai dengan standar Fairtrade.

Perusahaan mana saja yang menjalankan fair trade? Apa saja keuntungan dari sistem ini? Akan dibahas dalam tulisan selanjutnya.

Sumber Referensi:

  1. The Fair Trade Revolution by John Bowes (Editor), Pluto Press, New York, USA, 2011.
  2. http://www.wfto.com/index.php?option=com_content&task=view&id=2&Itemid=14
  3. http://en.wikipedia.org/wiki/Fair_trade
  4. http://en.wikipedia.org/wiki/Community_Trade_Mark
  5. http://www.thebodyshop-usa.com/beauty/community-trade