F-Commerce: Shopping Mall Era Baru?

Jakarta – “It’s a matter of time—within the next five or so years—before more business will be done on Facebook than Amazon” ~ Sumeet Jain, CMEA Venture Capital.

Pada dasarnya F-Commerce merupakan perdagangan elektronik (e-commerce) melalui situs jejaring sosial dengan jumlah anggota terbanyak, 800 juta pengguna di 213 negara, Facebook. Jejaring sosial terpopuler saat ini di dunia akan menjadi platform untuk memfasilitasi dan mengeksekusi transaksi penjualan dan pembelian antara merk/ peritel yang ada.

Asal Usul F-Commerce

Cikal bakal F-Commerce bisa dikatakan lahir sejak diluncurkannya FB Pages yang membuat merk suatu produk atau layanan bisa terpampang di halaman web mereka mulai bulan November empat tahun silam. Beberapa fitur lain yaitu virtual gift dan Marketplace sudah lebih dulu diumumkan.

Pada bulan Juli tahun 2009, transaksi pertama di Facebook terjadi. Setahun kemudian, tepatnya di bulan Agustus, maskapai penerbangan Amerika Serikat, Delta Air Lines, mengumumkan bahwa pemesanan tiket bisa dilakukan melalui Facebook. Pada bulan yang sama, fitur terbaru, check-in, diluncurkan. 3 bulan kemudian, fitur transaksional mulai ditambahkan dengan check-in deals. Facebookers juga bisa membeli produk riil menggunakan FB Credits.

Fitur lain yang tidak kalah penting adalah FB Questions di mana pemilik merk bisa memperoleh insight dari para konsumennya. Warner Bros, perusahaan raksasa media dan hiburan, menyediakan film yang dapat diunduh dan disewa via Facebook yaitu Dark Knight.

Bulan Juli lalu, semua pengembang game diwajibkan untuk menggunakan FB Credits sebagai metode pembayaran. Hal ini menjadikan mata uang virtual tersebut menjadi kian populer di kalangan pengguna.

Segelintir Kisah Sukses F-Commerce

Toko Lady Gaga merupakan toko yang paling disukai di Facebook dengan hampir 44 juta fans, mulai dari CD sampai dengan USB flash disk diperjualbelikan sementara Social Plug-Ins menuai sukses yang cukup besar.

Setiap harinya, 10.000 situs web mengintegrasikan dirinya dengan Facebook sejak social plug-ins diluncurkan. Setelah penambahan tombol Like, American Eagle memperoleh peningkatan transaksi sebesar 57%. 56% pengguna FB yang mengklik situs web penjual karena post yang ada di FB.

Situs e-commerce Levi’s, produsen jins ternama di dunia, juga menuai “berkah” dari adanya tombol Like, baik yang ada di Facebook maupun diintegrasikan ke situs lain. Trafik ke situs web mereka mengalami peningkatan yang signifikan, 40 kali, sejak menggunakan tombol yang digunakan oleh ratusan ribu situs web pada pertengahan tahun lalu.

Screenshot

Gambar: Tampilan Lady Gaga Store, Salah Satu Toko di Facebook

Sarana dan Prasarana

Facebook sendiri menyadari bahwa kesiapan merk yang menjadi anggota mereka untuk melakukan transaksi e-commerce masihlah minim. Hanya sekitar 8% dari merk yang ada yang memiliki kemampuan transaksional. Paypal dan Authorize.Net pun digandeng dengan tujuan agar proses pembayaran atas transaksi yang terjadi menjadi lebih mudah yang secara tidak langsung diharapkan akan mendorong jumlah merk untuk berpartisipasi dalam aktivitas e-commerce di Facebook.

Aplikasi Pavyment dikembangkan menggunakan Application Programming Interface (API) Paypal agar merk dan merchant menjadi lebih mudah untuk membuat toko di Facebook Page. Bagi merek dan merchant yang sudah memiliki toko virtualnya sendiri bisa memanfaatkan fitur Etsy-to-Facebook sehingga daftar produk yang ingin dijual bisa langsung diimpor ke Facebook Page. Para pengguna yang sudah memberikan status “Like” bisa memperoleh diskon khusus saat berbelanja produk dari merk dan merchant yang bersangkutan.

Tidak seperti jejaring sosial lain atau situs social commerce lainnya, Facebook tidak mengutip biaya transaksi atas aktivitas e-commerce yang terjadi pada page mereka. Yang mereka dapatkan adalah komisi sebesar 30% dari penjualan virtual goods.

Sumber penerimaan lain adalah penjualan digital gift dan real gift (bunga, permen, kue, tiket) di Gift Shop dan Real Gifts. Dengan kerjasama ini, Facebook dapat memanfaatkan dukungan Paypal terhadap penggunaan mata uang asing, yang jumlahnya saat ini mencapai 25 mata uang.

Facebook juga menyadari bahwa proses pencarian dan kolaborasi merchant dengan mereka perlu dibuat lebih mudah. Adapun Wishpond, melakukan agregasi daftar produk yang ditawarkan oleh 2000 merchant untuk mesin pencari Facebook.

Calon pembeli, konsumen maupun pelanggan bisa mencari produk yang diinginkan serta ditawarkan oleh merchant terdekat dengan mesin pencari tersebut. Apabila sudah memilih produk yang dibutuhkan, calon pembeli akan diarahkan ke situs merchant untuk melakukan pembayaran.

Agar pertumbuhan merchant bisa berkembang pesat, mereka perlu diberikan kemudahan Toko online dapat dibuat dalam waktu singkat menggunakan fitur RetailConnect.

Faktor Penentu dan Proyeksi

Mesin pencari (31%), mesin rekomendasi (27%), dan jejaring sosial (5%) merupakan 3 faktor kunci yang mempengaruhi keberhasilan e-commerce sebagaimana disampaikan oleh riset dari socialcommercetoday.com.

Potensi pertumbuhan e-commerce di seluruh dunia terbilang luar biasa. Tahun 2015, nilai e-commerce diperkirakan akan melonjak enam kali lipat, yaitu 14 miliar dolar untuk Amerika Serikat dan 16 miliar dolar untuk negara di luar Amerika Serikat. 40% dari transaksi e-commerce ditengarai akan dilakukan melalui jejaring sosial yang ada.

Salah satu rumah mode ternama, Oscar de la Renta yang cukup aktif dalam berbagai jejaring sosial, Facebook, Twitter dan Tumblr mulai tahun lalu, berhasil memperoleh respons positif saat memperkenalkan koleksi terbarunya di pertengahan tahun lalu. Tahun ini mereka mempromosikan wewangian terbarunya untuk wanita, setelah sekian tahun lamanya, Esprit d’Oscar dengan memberikan sampel gratis kepada mereka yang memberi penilaian “like” di page mereka di Facebook.

Sangatlah menarik untuk mengikuti perkembangan label yang didirikan tahun 1965 tersebut sebagaimana dinyatakan oleh sang CEO, Alex Bolen, bahwa rumah mode asal Amerika Serikat ini sudah memutuskan untuk menggunakan Facebook sebagai media utama e-commerce mereka.

Sebagaimana dimuat di DetikINET: http://inet.detik.com/read/2011/09/28/121519/1732160/398/f-commerce-shopping-mall-era-baru

Pemanfaatan Twitter Bagi UMKM

Jakarta – Jejaring sosial bernilai 7 miliar dolar ini merupakan jejaring sosial yang paling banyak digunakan oleh model bisnis B2C (Business-to-Consumer), selain Facebook terutama oleh kalangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Saat ini UMKM di Indonesia terus berkembang dengan laju pertumbuhan sebesar 2.7% setiap tahunnya. Dengan kontribusi UKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), menurut data Biro Pusat Statistik (BPS), sekitar 31%, mereka juga menyerap 87% tenaga kerja.

Sektor tertinggi investasi yang dilakukan kalangan ini adalah pada bidang jasa (57%), perdagangan (20%), dan manufaktur (23%). Di dunia, UMKM memiliki kontribusi sebesar 55% dari PDB dunia dengan menyerap 65% tenaga kerja.

Keberhasilan Keripik Pedas Maicih di Bandung, dalam menggunakan pemasaran online dan jejaring sosial untuk meningkatkan omset dan laba merupakan sebuah kisah sukses nyata.

Coffee Groundz, sebuah kedai kopi di Houston, Amerika Serikat, sukses meraup peningkatan penjualan sebanyak 30%. Sang pemilik, J.R. Cohen, mulai aktif menggunakan Twitter sejak tiga tahun lalu untuk mempromosikan acara, menjual produk bermerk dan menangani transaksi dari para pelanggan.

Merujuk riset dari Burson-Marsteller, setiap perusahaan di dunia memiliki paling sedikit 4 akun Twitter dengan intensitas 27 post setiap minggunya dan jumlah follower rata – rata adalah 1.479 per akun serta mengikuti 730 akun. Prosentase Reply sebesar 38% dan ReTweet sebesar 32%.

Bagaimana Memulainya?

Sebagai langkah awal, pembuatan akun Twitter bisa dilakukan, disertai dengan foto, yang biasanya berisi logo perusahaan, biografi berisi profil singkat perusahaan dan tautan dengan alamat situs web perusahaan.

Gunakan aplikasi dan tool dari http://www.clickablenow.com dan http://www.twittercustomizer.com untuk melakukan kustomisasi latar belakang profil Twitter perusahaan anda.

Sesudahnya, penyantuman akun di berbagai direktori Twitter bisa dieksekusi. Perusahaan akan diminta untuk memasukkan beberapa kata kunci terkait sehingga akan memudahkan pengguna Twitter (tweeps) termasuk perusahaan itu sendiri dalam mencari dan mengikuti akun yang sesuai dengan minat serta keperluannya.

Agar akun dikenal maka perlu aktivitas promosi melalui berbagai media, terutama media konvensional baik above maupun below the line. Apabila sudah memiliki jumlah follower yang dirasa cukup, tweet bisa mulai di-post.

Sebagaimana aktivitas promosi lainnya, promosi akun perlu dilakukan berkesinambungan dan berkelanjutan untuk menjaring lebih banyak tweeps baik lama maupun baru. Setiap mention atau reply yang diterima, jika relevan dan memang perlu ditanggapi, sebaiknya dibalas.

Bentuk content diusahakan beragam. Selain teks, berbagi informasi dalam bentuk foto tentang aktivitas perusahaan seperti gathering, outing, workshop, seminar, konferensi juga mutlak dilakukan. Untuk mengetahui topik apa yang sedang marak dibicarakan oleh para tweeps, Twitter Trend patut dipantau.

Fasilitas Twitter Search bisa dimanfaatkan untuk menelusuri tweet yang berkaitan dengan perusahaan anda. Jika perlu dibalas, responslah tweet tersebut.

Ucapan terima kasih bisa diberikan kepada para follower maupun tweeps yang melakukan ReTweeting serta memberikan feedback (saran, gagasan, kritik, keluhan serta pujian) tentang perusahaan (cocreation activity).

Dari Karyawan, Ke Komunitas

Selain akun perusahaan, para karyawan perusahaan termasuk pihak manajemen diharapkan juga memiliki akun individual. Promosi atas akun karyawan dilakukan oleh akun perusahaan dan hal ini berlaku sebaliknya.

Sudah banyak pemilik maupun karyawan perusahaan yang mencantumkan akun Twitter di kartu namanya maupun bentuk marketing collateral lainnya. Akun karyawan cenderung lebih fleksibel, karena dengan akun ini informasi dan cerita di luar pekerjaan dan perusahaan seperti kehidupan sosial, humor, minat, hobi bisa disalurkan.

Untuk “memancing” interaktivitas, bisa gunakan pertanyaan, sementara untuk memperoleh atensi, bisa melakukan ReTweet atas tweet yang berisi pujian dan ucapan terima kasih dari follower dan tweeps lainnya.

Untuk menjaring lebih banyak tweeps, berbagi tips dan informasi seputar industri dan core business bagi masyarakat/komunitas patut dicoba.

Diktum bahwa “The Twitter community values interaction with real people.” jelas valid. Apabila komunitas sudah terbentuk, maka bisa dikembangkan dan dikelola sebaik mungkin serta menjadikan mereka sebagai komunitas loyal dengan menyelenggarakan program dan aktivitas berbasis komunitas (community activation).

Hasil riset McKinsey and Co. menyatakan bahwa 2/3 ekonomi dunia dipengaruhi oleh rekomendasi personal dan 78% calon pembeli lebih mempercayai rekomendasi dari pembeli lain menurut survey yang dilakukan oleh Neilsen Global Trust.

Beranggapan bahwa follower adalah pembeli, konsumen, pelanggan kita belaka dirasa kurang tepat. UMKM dapat menggunakan Twitter untuk merekrut karyawan baru, partner baru, pemasok baru, peritel baru dan sebagainya.

300 juta pengguna Twitter sampai dengan saat ini merupakan shareholder perusahaan anda. Sebagaimana jejaring sosial lainnya, Twitter dapat digunakan untuk berbagi informasi seputar presentasi, video, audio, pekerjaan, program, diskon, survei dan aktivitas lain perusahaan.

Ikutilah para pakar, perusahaan sejenis, pemimpin industri dan jika perlu, pesaing anda, untuk memperkaya informasi yang relevan dan berguna untuk kemajuan dan pertumbuhan perusahaan. Untuk mengelola following, follower, tweeps atau mencari akun yang ingin diikuti bisa memanfaatkan fitur Twitter Lists.

Keterbatasan Twitter

Perlu selalu diingat bahwa Twitter memiliki beberapa “keterbatasan”. 250 Direct Message per hari, 1000 tweets per hari (post maupun reply), 1000 akun yang bisa di follow per harinya merupakan limitasi yang berlaku untuk semua akses baik web, mobile, maupun aplikasi pihak ketiga.

Sebagaimana ditegaskan Twitter, mereka “memfasilitasi” jejaring sosial, mereka bukanlah situs jejaring sosial. Twitter mengawasi aktivitas following dan auto-unfollowing yang terlalu masif secara ketat.

Tujuan limitasi adalah menjaga kenyamanan dan stabilitas jejaring sosial dimana auto-follow-back (mengikuti akun follower setelah mereka mengikuti akun kita) diperbolehkan dan dianjurkan sementara auto-unfollowing tidak diperbolehkan.

Pengelolaan akun bisa dilakukan oleh pemilik, manajemen perusahaan atau karyawan departemen pemasaran. Seiring dengan bertumbuhnya perusahaan dan bertambahnya follower serta peran jejaring sosial ini bagi perusahaan, apabila akun dikelola oleh shared human resources, mungkin pengelolaan akun perlu dipercayakan kepada dedicated human resources atau dialihdayakan ke perusahaan penyedia jasa ini.

Pengelola akun harus memiliki pengetahuan dan kompetensi yang memadai mengenai telematika terutama jejaring sosial, etiket Twitter, seluk beluk perusahaan termasuk visi, misi, target dan tujuan jangka pendek serta jangka panjangnya.

Yang perlu diperhatikan adalah banyaknya situs maupun aplikasi pihak ketiga yang menawarkan berbagai fungsi tambahan seperti menelusuri informasi follower, following, akun tweeps lain, sampai menambah jumlah follower.

Telusuri aplikasi dan situs web ini secara mendalam karena dengan memberikan username dan password anda kepada mereka maka akun anda akan terekspos kepada spam, fraud, phising serta retasan.

Dengan prospek bisnis UMKM di Indonesia yang memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi sebagai media yang diperkirakan akan mencapai 18,6 triliun di tahun 2014, melonjak 60,3% dari nilai bisnis tahun lalu, dengan penggunaannya strategi jejaring sosial yang tepat, akan lahir banyak kisah sukses lain layaknya Maicih di masa yang akan datang.

Sebagaimana diterbitkan di DetikINET: http://inet.detik.com/read/2011/09/13/144058/1721265/398/pemanfaatan-twitter-bagi-umkm

Meniti Perkembangan Google+ dalam 60 Hari

Jakarta – Berbagai fitur baru dan layanan tambahan Google+ (G+) sudah diluncurkan oleh Google untuk meningkatkan penggunaan maupun jumlah pengguna dalam beberapa waktu terakhir.

Sudah hampir dua bulan sejak diluncurkan 28 Juni lalu dengan jumlah pengguna, menurut comScore.com, sekitar 30 juta dimana 8 juta pengguna berasal dari Amerika Serikat. Rekapitulasi fitur dan layanan tersebut ada di paragraf berikutnya.

8 Juli. G+ Extension di G+ Chrome WebStore. G+ Facebook extension dari CrossRider untuk menambahkan stream Facebook kita ke G+ merupakan salah satu extension dari sekitar 60 extension yang tersedia untuk browser Google Chrome.

19 Juli. Aplikasi Google+ untuk iPhone. Tidak lama setelah diluncurkan, aplikasi ini langsung berada di peringkat teratas daftar aplikasi gratis (free app) di AppStore.

21 Juli. Akuisisi Fridge dan Integrasi dengan G+. Situs jejaring sosial Fridge yang diakusisi, direncanakan akan diintegrasikan dengan proyek ini.

5 Agustus. Open Registration. Bagi yang ingin memiliki akun G+ cukup melakukan pendaftaran dengan akun email Gmail.

8 Agustus. Usability Study. Pengguna bisa memberikan saran, gagasan, keluhan dan pujian kepada tim pengembang G+. Studi ini berbentuk wawancara, diskusi kelompok dan mengisi kuesioner.

8 Agustus. Aplikasi G+ di AppStore. Tersedia untuk iPod Touch, iPhone dan iPad, aplikasi gratis berversi 1.0.2.1966 dan ukuran file 5.5 MB ini membutuhkan iOS 4.0 ke atas. Selain “Circle” dan “Stream” terdapat juga fitur “Huddle” untuk mengirimkan dan menerima pesan ke grup. Sayangnya opsi geotagging belum bisa diaktifasi maupun nonaktifasi saat melakukan post, serta belum mendukung posisi lanskap.

Screenshot
Tampilan Aplikasi Google+ di iPhone

10 Agustus. Situs Google+ Platform Blog. Blog di situs blogspot.com ini menjadi sumber informasi dan pengumuman resmi proyek G+. Post pertama ditulis oleh David Glazer, Google Engineering Director. Mayoritas plusser lebih menginginkan adanya stream di akun G+ dibandingkan dengan blogspot karena mereka cukup “memantau” informasi dan pengumuman tersebut dengan “single console” saja.

10 Agustus. Adanya tautan di halaman home page yang dapat diinformasikan kepada rekan yang tertarik untuk mendaftarkan dirinya di G+.

11 Agustus. Social Games. Direncanakan akan dirilis bertahap, pada tahap awal 16 permainan sudah bisa mulai dinikmati oleh para pecandu game. Zynga Poker dari Zynga,Diamond Dash dari Wooga, Bejeweled Blitz dari PopCap, Angry Birdsdari Rovio dan Sudoko adalah beberapa game populer yang diluncurkan.

Berada dalam stream tersendiri dan dapat diakses melalui tombol “Games” di sebelah tombol “Circle”, pengguna memiliki kendali penuh terutama kapan mereka melihat, dengan siapa bermain, cara bermain, dan saling berbagi informasi mengenai status permainan.

FarmVille dan Mafia Wars, dua game terpopuler besutan Zynga, diperkirakan akan hadir pada tahap selanjutnya. Sejauh ini, Crime City merupakan game terpopuler di G+.

Sebagaimana disampaikan oleh David Glazer bahwa user experience dan developer experience sangatlah diutamakan sehingga kualitas game yang dirilis jauh lebih penting dibandingkan dengan kuantitasnya. Perusahaan pengembang game dan game baru termasuk akses API dan SDK akan ditambahkan seiring dengan berjalannya waktu.

Saat ini akses API dan SDK memang hanya dibuka untuk para pengembang game besar. Untuk para pengembang lain, bisa mendaftarkan dirinya di sini untuk memperoleh informasi selanjutnya.

Screenshot

Pasar Social Games, yang menjadi salah satu primadona untuk memonetisasi jejaring sosial, memang sangat menggiurkan. ThinkEquity, bank investasi ternama, memprediksikan penjualan virtual goods, dengan pertumbuhan eksponensial, akan mencapai 20,3 miliar dolar pada tahun 2014.

12 Agustus. Integrasi dengan Social Search. Post yang dilakukan oleh pengguna akan muncul di Social Search. Google Social Search merupakan proyek dua tahun lalu yang menggabungkan hasil pencarian social search dengan hasil pencarian reguler.

13 Agustus. Kebijakan tentang nama pengguna. Diharapkan pengguna menggunakan nama aslinya dengan urutan nama pertama, nama tengah (jika ada), dan nama keluarga (jika ada). Nama panggilan diperbolehkan dengan syarat dicantumkan di bagian nama panggilan. Penggunaan karakter khusus tidak diperolehkan.

Keinginan pengguna akan penggunaan “nama beken” mungkin nantinya bisa diakomodasi dengan adanya bagian untuk “nama alias”. Untuk membedakan pengguna dengan nama lengkap yang sama, bisa memanfaatkan foto profil.

20 Agustus. Informasi yang disampaikan oleh Denise Ho, Google+ Photos Product Manager, bahwa pengguna dapat memilih foto profil mereka menggunakan web camera serta tersedianya opsi untuk mengirimkan pesan pribadi apabila ada pergantian foto profil.

20 Agustus. Setelah game,fitur lain yang ditambahkan adalah layananvideo conferencedengan sesama pengguna saat menonton video dari situs YouTube menggunakan G+ Hangout. Klik tombol “Share” pada video di YouTube dan opsi tersebut akan muncul yaitu “Start a Google+ Hangout”. Saat peluncuran akhir Juni lalu, yang dapat dilakukan sesama pengguna adalah menonton video YouTube melalui Hangouts.

Screenshot
Layanan Video Conference Saat Menonton Video di YouTube dengan “Hangout”

21 Agustus. Verified Account. Google akan mulai melakukan verifikasi akun pengguna terutama akun selebritis dan figure publik. Sesudahnya verifikasi kalangan umum akan dilaksanakan. Akun jenis ini akan ditandai dengan adanya teks “verified name” di sebelah kanan nama pemilik akun.

Tujuannya adalah memastikan “keaslian” akun bahwa akun tersebut memang milik pengguna yang bersangkutan. Sayangnya status ini belum dapat dilihat jika menggunakan aplikasi Android.

Screenshot
Tampilan teks “Verified Name”

24 Agustus. Pengguna sudah bisa melihat informasi kepada siapa saja album foto yang di post oleh pengguna lain itu ditujukan terlepas apakah itu untuk “extended circle”, atau “limited” circle.

Dari sudut pandang privasi, beberapa pengguna justru menginginkan hal yang sebaliknya, di mana informasi pengguna lain itu tidak ditampilkan. Keinginan lain adalah melakukan tagging foto dengan menggunakan mobile app, baik di platform Android maupun iOS.

Sampai artikel ini ditulis, 5 besar akun dengan follower terbanyak diduduki oleh Mark Zuckerberg, Larry Page, Sergey Brin, Pete Cashmore, dan Ray William Johnson.

Informasi dari socialstatistics.com dan singlegrain.com menyebutkan bahwa pengguna pria masih dominan dengan prosentase sebesar 70.3% di mana pengguna terbanyak berprofesi sebagai insinyur, pengembang, desainer, mahasiswa dan penulis.

Masih akan banyak fitur baru dan layanan tambahan yang diberikan di masa mendatang. Integrasi dengan produk Google lainnya seperti Google Music dan Google Docs cukup ditunggu para pengguna. Mengutip Vic Gundotra, proyek ini akan menjadi ranah jejaring sosial yang “sesungguhnya”.

Bagi plussers yang sudah menggunakan G+ sekian lama, apakah sudah “nyaman” berada di “rumah baru” ini?

Sebagaimana diterbitkan oleh DetikINET: http://inet.detik.com/read/2011/09/05/161535/1715915/398/meniti-perkembangan-google–dalam-60-hari