Komputasi Awan Personal: Sudahkah Kita Menggunakannya?

Jakarta – Tren komputasi awan (cloud computing) yang mulai marak sejak tahun lalu diperkirakan akan semakin meningkat beberapa tahun ke depan. Kebutuhan akan komputasi model baru ini melonjak tajam, di negara berkembang dan negara maju terutama untuk kalangan korporasi dan pebisnis. Bagaimana bagi diri kita pribadi?

Dua dasawarsa terakhir, arsitektur komputasi didominasi oleh model PC berjejaring. Aplikasi, media penyimpanan, pemrosesan aplikasi dan data dipusatkan pada device tunggal maupun beberapa device.

Kita sebagai pengguna secara tidak langsung menjadi tergantung dengan devais yang digunakan. Kita tidak ‘berkuasa’ atas aplikasi yang kita butuhkan. Model komputasi berawan akan menyimpan aplikasi dan data di tempat tersendiri, tempat yang ‘terpisah’.

Walaupun ada aplikasi yang tersimpan di device pengguna, umumnya aplikasi tersebut bertujuan untuk membantu dan memberikan akses atas aplikasi utama maupun data penting lainnya. Pemrosesan aplikasi akan dilakukan saat data atau aplikasi diunduh ke devais para pengguna.

Layanan komputasi jenis ini bisa diakses kapan saja, di mana saja dan dengan device apa saja. Tentunya selama pengguna dapat terhubung ke internet. Saling berbagi dan bertukar dokumen, foto, musik, video dalam berbagai format dengan siapa saja, keluarga, teman, sahabat, rekan kerja dan rekan bisnis menjadi begitu mudah.

Merupakan pemandangan yang umum apabila satu pengguna memiliki berbagai jenis PC (notebook, netbook, tablet, komputer desktop, smartphone, handphone dan lainnya) dimana sinkronisasi aplikasi, data dan informasi lain antar devais mengalami kendala.

Cukup dengan terhubung ke ‘awan’, dengan koneksi ke lebih dari beberapa server dalam satu session, tidak tergantung dari devais maupun server yang digunakan, pengguna bisa menikmati kemudahan yang ditawarkan layanan jenis ini.

Dimulai oleh Amazon

Komputasi awan dimulai oleh Amazon, salah satu perusahaan pionir di era dotcom. Tujuh tahun silam, data center yang mereka miliki mulai diperbaiki dan komputasi awan digunakan untuk kebutuhan internal dengan memanfaatkan aplikasi, platform dan infrastruktur yang ada.

Efisien dan efektifitas komputasi meningkat, tambahan fitur yang lebih mudah dan lebih cepat membuat mereka merilis Amazon Web Service (AWS) untuk publik dua tahun sesudahnya. Tahun 2008, Eucalyptus menjadi platform open source yang kompatibel dengan AWS API dan digunakan untuk implementasi private clouds.

Penyedia Layanan

Kita juga bisa memiliki lingkungan awan yang disesuaikan dengan keinginan dan kebutuhan masing-masing. Layanan penyimpanan berbasis awan misalnya, selain akan menyimpan data kita di beberapa server, melakukan backup terhadapnya, restorasi data dalam beberapa tahapan, juga menawarkan sinkronisasi data sehingga data yang ada di setiap devais pengguna menjadi sama. Penggunaannya juga mudah sekali.

Selain mudah, biasanya dapat diperoleh dengan gratis (biasanya berkapasitas 5GB dengan fitur terbatas). Kita juga bisa menonton video dan mendengarkan musik secara streaming melalui layanan yang gencar ditawarkan oleh beberapa perusahaan seperti Google, Amazon dan Microsoft.

Keterbatasan media penyimpanan awan yang tidak berbayar, selain kapasitas (ADrive menawarkan kapasitas 50GB, Google Docs 1GB) adalah besarnya ukuran file yang bisa diupload (2GB Amazon CloudDrive, Windows Live SkyDrive 100GB), adanya banner iklan di situs penyedia layanan serta tidak adanya dukungan teknis khusus untuk para pengguna layanan jenis ini.

DreamForce merupakan salah satu perusahaan yang menyediakan jasa komputasi berawan dimana pengguna bisa menyimpan data secara online dan menggunakannya sebagaimana layaknya sebuah hard disk. Untuk layanan berbayar bisa mencoba arkonlinehosting.com, dengan membayar sejumlah biaya tertentu untuk pengguna pertama dan selanjutnya.

Saat memilih layanan awan personal beberapa faktor perlu diperhatikan. Cara mengakses, apakah remote atau portable, jenis sharing yang kita perlukan termasuk ragam aplikasi, jenis file, pengguna lain, tingkat kehandalan serta tingkat keamanan layanan yang ditawarkan.

Apa Saja yang Diperlukan

Penyedia layanan komputasi menawarkan komputasi (perangkat keras, perangkat lunak dan informasi) yang dimilikinya sebagai ‘layanan’ ketimbang sebagai produk. Layanan inilah yang akan ditawarkan dan dibagi ke beberapa pengguna melalui media internet sebagai ‘utilitas’. Kita sebagai pengguna memiliki kebebasan penuh untuk memilih dan memanfaatkan layanan yang disediakan.

Layer Komputasi Awan

Pertama, perlunya perangkat keras dan perangkat lunak yang dibutuhkan untuk mengakses data dan aplikasi yang ada di awan seperti komputer, telepon serta perangkat elektronik lainnya. Kedua, layanan aplikasi awan atau Software as a Service (SaaS) dimana aplikasi dijalankan di awan sehingga instalasi tidak perlu dilakukan di komputer maupun perangkat elektronik pengguna.

Layanan platform awan dikenal sebagai Platform as a Service (PaaS) merupakan layer ketiga yang menawarkan platform/solusi komputasi sebagai layanan. Platform dapat digunakan untuk implementasi aplikasi sehingga pengguna tidak perlu membeli maupun memilihara perangkat keras maupun lunaknya.

Sementara infrastructure as a service (IaaS) menawarkan infrastruktur komputer dan jaringan, biasanya virtualisasi, sebagai layanan bagi pengguna sehingga pengguna tidak perlu membeli perangkat komputer, server, jaringan, media penyimpanan data dan cukup membayar kepada penyedia jasa layanan hanya sebesar banyaknya resource dan tingkat penggunaan infrastruktur yang disediakan.

Layer terakhir, server, menawarkan layanan berbasis server bagi penyedia jasa layanan sehingga mereka bisa menawarkan layanan komputasi awan kepada para penggunanya.

Tingkat Keamanan & Privasi

Penyedia layanan tentunya akan berusaha maksimal untuk menjaga dan memberikan tingkat keamanan maksimal bagi para pengguna. Yang perlu disadari adalah bahwa di awan tidak ada pilihan untuk ‘private’ dalam arti yang sesungguhnya, kecuali dienkripsi dengan menggunakan algoritma tertentu.

Beberapa faktor keamanan seperti akses data sensitif, eksploitasi bug, recovery, keamanan konsol, pengawasan terhadap akun dan integrasi antar sistem patut diperhatikan. Beberapa solusi yang bisa diterapkan yaitu kriptografi, penggunaan beberapa penyedia jasa, standarisasi dan implementasi virtual machine bagi penyedia jasa bisa dipertimbangkan.

Selain tingkat keamanan, tantangan lain adalah privasi. Hal ini disebabkan karena penyedia jasa kapan saja bisa dan berhak, karena alasan yang sangat khusus, mengakses data pengguna yang berada di awan. Walaupun kemungkinannya kecil, secara disengaja maupun tidak, mereka bisa merubah data maupun menghapus data tersebut.

Masa Depan Yang Menjanjikan

Seiring dengan meningkatnya infrastruktur internet (bandwidth, throughput) dan kualitas layanan internet (Service Level Agreement), yang didorong oleh industry telematika, maraknya pilihan perangkat keras maupun lunak untuk mengaksesnya, masa depan layanan komputasi personal cukup menjanjikan.

Bagi para pengguna yang memiliki berbagai perangkat komputer dan perangkat bergerak tidak perlu direpotkan dengan perbedaan media penyimpanan data, aplikasi, perangkat keras dan perangkat lunak lainnya. Dari sisi keamanan data, pengguna akan terbebas dari kehilangan data akibat pencurian, virus, kerusakan piranti lunak dan juga piranti lunak.

Sebagaimana dimuat di DetikINET: http://inet.detik.com/read/2011/12/30/102656/1802939/398/komputasi-awan-personal-sudahkah-kita-menggunakannya

Advertisements