Hidup Lebih Hidup dengan Gamifikasi

Jakarta – Pada artikel lalu telah disampaikan mengenai game Angry Birds. Banyak pihak yang menggemari permainan ini. Bagi yang tidak atau (bisa jadi) belum mengetahuinya, tentunya menyukai jenis maupun permainan lain.

Serupa akan halnya dengan konsep menambahkan hal bersifat ‘fun’ terhadap sesuatu yang sifatnya ‘serius’ — contohnya edutainment — gamificationbelakangan mencuri perhatian, banyak dibicarakan dan digunakan oleh berbagai kalangan terutama industri pemasaran.

Survei terakhir Gartner tahun lalu menyatakan bahwa pada tahun 2014 layanan dengan gamifikasi akan berperan penting terhadap aktivitas pemasaran dan loyalitas pelanggan terutama pada perusahaan consumer goods.

Setahun sesudahnya diperkirakan akan ada 50% organisasi maupun perusahaan yang akan berinovasi dengan konsep ini dan 70% di antaranya akan memiliki satu aplikasi dengan konsep tersebut.

Hal senada ditekankan oleh J.P. Rangaswami, Chief Scientist SalesForce yang menyatakan bahwa ‘Gamification is the Future of Work‘. Tahun 2016, anggaran belanja yang disiapkan di Amerika Serikat saja akan senilai USD 2,5 miliar.

Dalam pengertian formal, gamifikasi adalah proses menggunakan mekanisme atau aturan permainan pada aktivitas non-permainan untuk mencapai tujuan tertentu yang lebih menyenangkan dan meningkatkan interaktivitas pengguna.

Pengguna akan menjadi ‘pemain’ dan diharapkan mereka akan menikmati pengalaman berkesan selama mungkin. Tiga unsur terpenting dalam gamifikasi adalah mekanisme, teknik dan gaya permainan.

Contoh Konkret

Sekadar menyebutkan contoh konkret, SCVNGR. Di jejaring sosial berbasis lokasi tersebut, mekanisme untuk menjaring user traction dan juga user engagement dirancang dengan rapih.

Pengguna aplikasi bisa memperoleh poin dan badge tertentu setelah melakukan satu atau beberapa check-in maupun melakukan aktivitas tertentu di suatu atau beberapa tempat. Aktivitas atau tantangan yang dilakukan berhubungan dengan produk dan layanan dari merk tertentu dan bisa dilakukan sendiri atau berkelompok dengan pengguna lain.

Poin maupun badge yang dikumpulkan bisa ditukarkan dengan reward tertentu tergantung dari aturan dan dinamika permainan yang sudah ditetapkan oleh pemilik brand. Reward sendiri terdiri dari berbagai bentuk: produk atau layanan tambahan maupun level.

Secara singkat elemen yang biasanya ada pada gamifikasi adalah pencapaian (poin, badge), tingkatan,leader board, informasi detail aktivitas, avatar, mata uang dan hadiah virtual, tantangan, piala sampai dengan permainan skala mini antar pengguna.

Rasanya semua akan sangat senang apabila memperoleh badge ‘Super Swarm’ di Foursquare, poin untuk Whooper di Bouncity, bibit tanaman virtual di FarmVille, senjata Hornet Snifer di MafiaWars, tingkatan tertentu di game Zynga sampai dengan mata uang virtual di Facebook.


(Foto: SimplyZesty)

Sebenarnya konsep ini telah diimplementasikan sejak beberapa tahun silam. Mungkin sebagian dari kita sudah menggunakannya. Poin yang diperoleh saat berbelanja produk tertentu, menggunakan layanan pesawat terbang, menggunakan kartu kredit, mendapatkan stempel, stiker atau cap setelah membeli suatu produk, maupun memperoleh kesempatan mendapatkan lucky dip.

Badan Pariwisata Irlandia menuai sukses menjangkau 80 juta pengguna dengan permainan Ireland Town di Facebook yang dirilis dua tahun lalu. Nikeplus.com diakses oleh 20 juta penggunanya yang ingin menggunakan situs tersebut untuk memotivasi, memonitor dan meningkatkan aktivitas olahraga lari maupun jogging secara periodik.

SpiderWorld akan membuat kita lebih berani melawan ketakutan dalam menghadapi laba-laba sementara simulasi berbagai permainan di meja kasino oleh Chez Fortune bertujuan untuk mengurangi keinginan untuk berjudi.

Survei lain dari eMarketer menunjukkan hampir 30% dari pengguna internet di AS bermain social game sedikitnya satu kali per bulan. Tahun depan diperkirakan jumlahnya akan meningkat dua kali lipat dengan mayoritas pengguna berusia 18 sampai dengan 29 tahun.

Di tingkat korporasi, kisah sukses dituai oleh penyedia solusi BunchBall yang berhasil menggaet perusahaan besar Fortune 500 dengan platform Nitronya.

Dengan semakin menjamurnya usahawan muda beberapa tahun terakhir yang akrab dengan teknologi dan juga game, maka produk dan layanan yang memanfaatkan gamifikasi dan ditujukan untuk kalangan muda akan semakin banyak bermunculan.

Sebagaimana mengutip apa yang dikatakan Al Gore ‘Games are the new normal’. Secara tidak langsung, gamifikasi akan menjadi manusia lebih sosial dan lebih humanis.

Sebagaimana diterbitkan di DetikINET: http://inet.detik.com/read/2012/05/01/103809/1905683/398/hidup-lebih-hidup-dengan-gamifikasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s