Crowdsourcing: Saatnya Konsumen Menjadi Produsen


Ilustrasi (blurmarketing)

Jakarta – “The amount of knowledge and talent dispersed among the human race has always outstripped our capacity to harness it. Crowdsourcing corrects that – but in doing so, it also unleashes the forces of creative destruction,” kata Jeff Howe dalam bukunya berjudul ‘Crowdsourcing’ empat tahun silam.

Secara sederhana, crowdsourcing merupakan cara kolektif dengan mengajak khalayak umum berpartisipasi untuk memecahkan masalah yang dihadapi oleh seorang individu maupun organisasi. Umumnya, masalah akan dipecahkan sendiri secara individual maupun institusional oleh pihak internal atau dialihdayakan (outsourced) kepada pihak tertentu sebagai pihak ketiga.

Lahirnya berbagai distro Linux oleh berbagai komunitas di berbagai penjuru dunia setelah diumumkannya sistem operasi Open Source di akhir tahun 90-an dan dengan semakin menjamurnya situs berbasis User-Generated Content, maka batasan antara pembuat dengan pengkonsumsi konten menjadi kian samar.

Tingginya tuntutan akan inovasi dan produktivitas, inisiasi cost saving dan pesatnya perkembangan intektualitas para pengguna ditengarai sebagai faktor pendukung yang menjadikan model bisnis ini kian populer terutama di industri Teknologi Informasi.

Perbedaan mendasar dengan outsourcing adalah bahwa aktivitas atau pekerjaan dialihdayakan secara tersebar (crowd). Tidak ada individu maupun kelompok tertentu yang ditentukan sebelumnya sehingga pada akhirnya akan ada sekelompok individu maupun beberapa organisasi yang dilibatkan dalam proses ini. Pendekatannya bisa dilakukan secara online dan offline serta gabungan keduanya.

Jauh sebelum istilah ini ditegaskan dan dipopulerkan oleh Jeff Howe, salah satu editor majalah ternama Wired enam tahun silam dan pendiri situs crowdsourcing.com, salah satu kamus tertua di dunia Oxford English Dictionary tahun 1858 telah melibatkan ribuan relawan untuk berpartisipasi secara aktif dalam mendokumentasikan indeks seluruh kata dalam bahasa Inggris beserta contoh penggunaannya.

Hasilnya cukup menakjubkan, 6 juta kontribusi diperoleh dalam renggang waktu 70 tahun. Kisah sukses serupa dinikmati oleh proyek penerjemahan buku anak ‘International Children’s Digital Library‘, ensiklopedia berbasis komunitas Wikipedia dan proyek penerjemahan buku klasik ‘The Gutenberg Project‘.

Di sektor publik, pemerintah Prancis memberikan penghargaan Montyon Prizes yang diperuntukkan bagi para penduduk yang dianggap berjasa karena telah melakukan kegiatan yang bermanfaat untuk kepentingan umum.

Penghargaan atas lahirnya turbin komersial berbasis hidrolik Fourneyron’s Turbine merupakan salah satu contohnya. Sementara itu penghargaaan serupa Longitude Prize diberikan pemerintah Inggris sebagai ganjaran atas penemuan cara termudah dalam menentukan panjang, lebar dan ketinggian kapal.

Desain kolektif (community-based design), menciptakan algoritma terbaik dan memecahkan algoritma tertentu (human-based computation), mendokumentasi serta menganalisa data dalam jumlah yang besar (citizen-science) beberapa contoh aktivitas yang dapat dilakukan dengan outsourcing.

Dengan semakin intensifnya penggunaan teknologi, maka aktivitas menjadi semakin beragam, jumlah dan partisipasi kedua pelaku (crowsourcer dan crowd) akan semakin banyak dan meningkat.

Meningkatnya tingkat intektualitas publik akan membuat lebih banyak pihak yang mampu mengerjakan aktivitas dengan tingkat kompleksitas yang semakin tinggi.

Keunggulan

Meningkatnya produktivitas dan kreatifitas, menurunnya risiko dan biaya tenaga kerja serta biaya riset merupakan tujuan utama crowdsourcing. Kembali lagi peran internet akan memperluas jangkauan para pelakunya dan mempercepat aktivitas serta hasil pekerjaan yang dialihdayakan tersebut.

What’s in it for me?” Sebagian dari kita mungkin akan bertanya, apa yang akan didapatkan oleh para kontributor dari aktivitas kolektif jenis ini? Ada dua jenis kompensasi yang bisa dinikmati yaitu non finansial (pengakuan individual dan sosial, kepuasan diri dan intelektual, pengembangan diri, penghargaan, kontak sosial, kontribusi kepada komunitas, prestis) dan finansial.

Layanan penyewaan video online Netflix menggunakannya untuk memperbaiki algoritma piranti lunak yang mereka miliki sehingga para anggota akan memperoleh rekomendasi video yang sesuai dengan interest mereka.

Jenis dan Tipe implementasinya

Dalam bentuk yang lebih kecil dikenal dengan istilah Expertsource. Pekerjaan yang dialihdayakan kepada sekelompok para ahli termasuk dalam implementasi jenis ini. Eli Lily and DuPont memberdayakan jaringan periset handal dan para teknokrat dan memberikan penghargaan dalam bentuk finansial bagi pihak apabila dapat memecahkan masalah teknis nan kompleks yang dihadapi.

P&G menggunakan pasar yang demokratis Ideagoras dengan forum InnoCentive.com dimana para ilmuwan bekerja sama untuk memecahkan masalah riset dan pengembangan dan memperoleh sejumlah uang sebesar USD 10.000 sampai dengan USD 100.000 sebagai imbalannya.

Sementara itu konsumen yang berperan sebagai produsen dengan menciptakan produk untuk digunakan sendiri di permainan Second Life dikenal sebagai Prosumer.

Aktivitas pekerjaan yang dilakukan berulang atau merupakan bagian dari proyek besar seperti Amazon Mechanical Turk dikenal sebagai worksource. Menurut Jeff sendiri, ada berbagai tipe crowdsourcing: Crowdvoting, Crowdfunding, Microwork, Prize Contest dan Wisdom of the Crowd.

Layanan populer dari Threadless.com dimana kalangan pecinta T-Shirt dapat mengirimkan desain yang mereka inginkan dan memilih desain mana yang akan diproduksi merupakan contoh Crowdvoting, CrowdSpring, GetAFreelancer, TopCoder dan 99designs adalah contoh lain.

Langkah serupa diambil oleh perusahaan raksasa Coca Cola dan Heineken dalam penentuan desain botol dan kemasan dalam rangka meningkatkan sense of belonging para konsumennya.

Wisdom of the crowd mengumpulkan berbagai data dan informasi dari berbagai pihak untuk memperoleh gambaran yang lebih lengkap dan komprehensif terhadap topik tertentu.

Asumsi yang digunakan adalah terlibatnya lebih banyak pihak akan membuat tingkat intelektualitas dalam aktivitas pekerjaan akan meningkat (collective intelligence) serta meningkatnya kualitas pekerjaan yang dihasilkan. Kisah sukses dituai oleh lab Universitas Harvard yang berhasil menemukan obat penyembuh sel TBC.

Proses pengumpulan dana baik dari kalangan individual maupun organisasi untuk mencapai target dana tertentu dikenal sebagai crowdfounding. Kickstarter dikabarkan telah berhasil mengumpulkan dana jutaan dolar untuk membiayai proyek kreatif para anggotanya. Dari dalam negeri keberhasilan penggalangan dana film Atambua 39C melalui situs wujudkan merupakan contoh jenis ini.

Platform dimana crowd bisa berperan serta dalam aktivitas berskala mini dan membutuhkan waktu singkat dengan Amazon Mechanical Turk sebagai contohnya dikenal sebagai Microwork.

Jenis crowdsourcing yang memberikan hadiah dalam bentuk uang seperti kompensasi sebesar USD 1 sampai dengan USD 30 juta bagi pemenang kompetisi dari X Prize Foundation merupakan contoh Prize Contest.

Semua aktivitas yang sudah dibahas pada paragraf di atas merupakan explicit outsourcing. Bentuk implicitnya adalah saat masalah terpecahkan dengan aktivitas sampingan yang dilakukan oleh crowd.

Untuk memvalidasi bahwa pengguna situs web adalah manusia maka komponen reCAPTCHA perlu dijalankan. Validasi ini sulit dilakukan oleh pihak internal namun mudah dilaksanakan oleh pihak eskternal.

Bentuk implicit lain, piggyback, adalah saat informasi crowd dianalisa untuk keperluan pihak ketiga. Data pengguna digunakan untuk mengetahui perilaku mereka dan keperluan produk serta layanan dari raksasa internet Google seperti Google AdWords, dan sebagainya.

Tantangan Ke Depan

Hubungan kerja yang tidak sejelas dan sekuat hubungan konvensional. Hal ini akan menyulitkancrowdsourcer dan crowd untuk menjalin hubungan yang professional dalam jangka panjang. Selain itu berhubungan dengan sangat banyaknya individu yang terlibat sebagai kontributor membutuhkan effort cukup besar, mulai dari waktu, perhatian, kesabaran, keterbukaan dan juga kejujuran.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah program kompensasi baik finansial maupun non-finansial agar memenuhi harapan para kontributor sehingga terhindar dari kegagalan maupun rendahnya kualitas pekerjaan yang dihasilkan.

Walaupun beberapa proyek memperoleh sambutan sangat positif dari publik, namun tidak adanya kompensasi maupun rendahnya kompensasi finansial tetap menuai kritik atas tidak etisnya alih daya yang dijalankan tersebut.

Apabila hal di atas dapat diatasi, maka akan semakin banyak perusahaan selain Elance, LiveOps, RentACoder, Guru dan oDesk serta individual dari kalangan amatir maupun profesional menikmati keuntungan dari model bisnis bernilai miliaran dolar dan sudah melibatkan jutaan pekerja ini.

Sebagaimana diterbitkan di DetikINET: http://inet.detik.com/read/2012/06/07/101620/1935059/398/crowdsourcing-saatnya-konsumen-menjadi-produsen

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s